Monday, June 6, 2011
Semangat Pagi ( Hidup Itu Seperti Lukisan Dan Lagu )
Sunday, June 5, 2011
Satu Minggu Tiga Bingkisan
Siapa yang tidak merasa bahagia kalau mendapat hadiah, Apalagi hadiah yang didapat dari hasil berkarya, bagaimanapun bentuknya hal itu sangatlah berharga. Bagaimanapun kualitas dan kuantitas apa yang kita hasilkan tetapi kalau ada suatu penghargaan rasanya pasti sangat PUASSSS.
Hari ini hari minggu seperti biasa aku libur. Sejak pagi hujan turun dengan derasnya, mataku semakin berat untuk di buka terlebih memang semalam aku sudah terlambat tidur. Dating yang sudah aku janjikan kepada teman membuatku untuk tetap bangkit dari tempat tidurku yang sepertinya masih berat untuk melepasku begitupun juga aku yang sebenernya masih pingin tidur :-).
Kubersihkan diri dan bersiap siap. T-shirt putih dengan bawahan jeans favoritku telah aku pilih semua yang mesti aku bawa seperti HP, kamera, dan Ipod mini kesayanganku sudah ku masukkan kedalam tas, ahaaayyy berangkat yukkkk.
Di antara rintik gerimis ku langkahkan kaki ini seirama melaodi dari ipod yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Pagi ini aku berseri, pagi ini hatiku bernyanyi. alkhamdulillah MRT tidak begitu penuh mungkin karena hujan, akhirnya aku bisa duduk juga. Ku buka buku cerpen yang aku dapatkan sebagai hadiah dari bunda Pipit senja " Tuhan jangan Tinggalkan Aku "
Nah ini yang telah buatku bahadia dalam seminggu ini. Pada hari minggu lalu di Sekolah Indonesia Singapura di adakan Sharing seasion All Abaut Writing dengan Pipit Senja. pada acara tersebut bunda Pipit menantang peserta yang terdiri dari kami para BMI Singapura untuk mencoba menulis dalam waktu 20 menit dengan tema " Suara hati BMI ", dalam acara tersebut di pilih 4 tulisan yang bagus dan mendapat hadiah masing masih 1 buku novel True Story " Tuhan Jangan Tinggalkan Aku " karya bunda Pipit senja dan aku adalah satu di antara empat yang di pilih , asiiiiikkkkk rasanya senang aza meski hanya no tiga hehehehe.
Dua hari setelahnya aku mendengar artikle yang aku tulis dan aku kirimkan untuk ikut lomba yang bertema " Keadilan sosial " menang dalam sepuluh besar meski aku hanya di urutan sembilan tapi sungguh aku cukup puas karena aku menilai tulisanku belum apa apa masih acak kadul namanya juga baru bel;ajar hehehhe semoga aza semua buat aku lebih terpacu lahi, semoga !!!!.
Aahhh perjalanan sudah sampai rupanya. Sekolah Indonesia Singapura, bangunan megah yang masih berbau arsitek Indonesia banget yang setiap hari minggu di penuhi oleh banyakan BMI yang belajar bersama di sela masa cuti. Aku langsung menuju kantin. Tempat vavorit yang selalu ku tuju hehehe segera ku pesan semangkok bakso dan pisang goreng untuk menghangatkan badan...wuiiiih apalagi pas hujan rasanya nikmatttt bangett.
Tiba tiba seorang gadis berkerudung hitam datang menhampiriku " Anung " salam satu Admin " Aku Anak Rantau " Memberiku satu paket bingkisan. Setelah aku tanya itu bingkisan apa rupanya satu paket hadiah karena artikle yang iseng ku kirim ke " Aku anak rantau " yang mengambil tema " Peran PRT " Menang....ckckckck seneng rasanya. satu stell baju olahraga yang bertuliskan " Aku Anak Rantau" buku dan souvenir cihuuuuuyyy asik banget kaosnya kerenzz lagi :-)
Rasanya bahagia banget mendapatkan semua. semoga semua membuatku lebih bersemangan lagi. :-)
Wednesday, June 1, 2011
Di Mana (Sila) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Perbedaan kondisi subcultural yang sangat ekstreme menjadi pemisah antara kenyamanan dan ketidaknyamanan, kemapanan dan ketidak mapanan. Jurang yang selama ini kita bayangkan begitu lebar dan dalam ternyata dapat hadir dalam bentuk yang lain dan sangat menyedihkan.
Masih adakah keadilan di muka bumi ini? masih adakah keadilan di tanah pertiwi ini? mana dan dimana?.
Terlihat aneh bangsa ini. Indonesia yang kaya raya tetapi kenapa masih tetap miskin. Indonesia yang sejatinya berlimpah harta kekayaanya di saeluruh pelosok nusantara tapi kenapa kekurangan masih meraja lela. Indonesia yang alamnya subur banyak menghasilkan pangan tetapi mengapa masih juga terjadi kelaparan di mana mana.
Lihatlah mereka para keluarga yang terpaksa tinggal di kolong jembatan, anak anak bangsa yang terpaksa tidak sekolah dan harus meminta minta di lampu merah, Mereka yang tidur di trotoar trotoar menghindari panas dan hujan.
Tetapi……
Lihatlah mereka yang disana. Mereka yang duduk di Singgasananya. Mungkin sebenarnya mata mereka melihat pada kita semua yang di bawah yang penuh derita tapi hati mereka mungkin telah tertutup oleh ketamakanya. Mereka semua lupa pada kita “Rakyat” yang mengantarkanya kesana. Mereka lupa Pesan dan amanat rakyat yang mesti di jalankanya. Mereka lupa tujuan dan janji janjinya semula.Entah sampai kapan mereka semua terlena.
Mari semua kita sebagai anak bangsa, mari eratkan genggaman. Mari eratkan ikatan jiwa dan kokohkan ketulusan hati. Padukan akal dan fikiran yang paling tinggi hingga kita semua mendapat keadilan tanpa ada perbedaan subcultural.
Di Manakah Makna Butir Butir Pancasila Sekarang
Tanggal 1 Juni, bagi bangsa indonesia adalah salah satu tanggal bersejarah dimana pada waktu itu 1 Juni 1945 Pancasila terlahir atas gagasan yang di sampaikan oleh Ir.Soekarno. Adapun butir butir Pancasiala yang di sampaikan Ir.Soekarno adalah :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme - atau perikemanusiaan
3. Mufakat- atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
Kelima butir pancasila tersebut sangatlah berbeda urutanya dengan butir butir pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia saat ini yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Pancasila di sahkan sebagai dasar negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, yaitu sehari setelah proklamasi kemerdekaan indonesia. Pancasila juga tersirat pada alinea ke 4 UUD 1945 .
Bagaimana perkembangan Pancasila dalam kehidupan sehari hari?
Dalam kehidupan sosial apalagi saat ini Pancasila yang di jadikan sebagai dasar negara sepertinya semua itu hanyalah lambang tetapi tidak ada penerapanya. Dari kelima butir butirnya hampir semua tidak bisa direalisasikan. Indonesia semakin bobrok bahkan di mata rakyatnya sendiri.
Siapa yang mesti disalahkan? Pemerintah? Rakyat?
Menyimak butir ke-5 pancasila " Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ", apakah butir itu tampak terealisasi ? tidak. Dimana keadilan itu? Lihatlah kesana, di luar sana keadilan tidak ada sama sekali. Mereka yang berkuasa lupa diri, Lupa aan titahnya sebagai wakil rakyat, lupa pada tanggung jawab bagaimana memajukan negeri. Mereka semua terlena hingga tangis rakyat di jadikan sebagai irama merdu yang menghibur mereka. Sungguh ironis.
Perbedaan kondisi subcultural yang sangat ekstreme menjadi pemisah antara kenyamanan dan ketidaknyamanan, kemapanan dan ketidak mapanan. Jurang yang selama ini kita bayangkan begitu lebar dan dalam ternyata dapat hadir dalam bentuk yang lain dan sangat menyedihkan.
Yang menjadi persoalan saat ini adalah bagaimana agar Pancasila mampu di terapkan pada kehidupan sehari hari oleh seluruh individu terutama para pejabat pemerintahan atau elit politik agar bisa lebih konsisten pada nilai nilai Pancasila agar mampu mencapau tujuan dan cita cita nasional. Bukan hanya memperingati hari besarnya tetapi mengabaikan nilai nilai yang tersirat didalamnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

