Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Tuesday, October 11, 2011

8 Kado Terindah Untuk Orang Tersayang

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orangyang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya.Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaanbetul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah jugadapatmelunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?
 
Sumber : Dari berbagai sumber

Tuesday, December 28, 2010

Terkadang Racun bisa menjadi Obat

Kita semua pasti pernah merasakan bagaimana kecewa, bagaimana sakit hati, entah dalam kadar yang biasa ataupun luar biasa karena setiap pribadi individu akan berbeda beda bagaimana menanggapi segala rasa yang senantiasa singgah menyapa jiwanya. Senang, sedih, suka, duka, sakit, sehat, bahagia ataupun kecewa.Mereka yang kita sayangi, mereka yang kita cintai, mereka yang kita percayai, jika mereka pula yang mengkhianati kita tentunya saat itu kita akan merasa bahwa mereka pula yang membuat kita menderita. Terlebih kalau mereka orang orang terdekat kita. Tetapi di balik perbuatan yangmereka lakukan kepada kita secara tidak langsung mereka telah menjadi guru kita karena mereka telah mengajarkan satu hal kepada kita.Kok bisa begitu ea..???

Pertama kita mesti menyadari bahwa dalam kehidupan ini semua pasti ada yang namanya hukum sebab akibat, juga istilah yang mungkin kita dapati dalam kehidupan sehari hari bahwa siapa yang menanam dia pasti akan menuai hasilnya. Berpegang pada dua istilah tersebut kita bisa menjadikan apa yang kita alami untuk merenung dan bertanya, Mengapa mereka melakukan itu kepada kita??.
Dalam situasi seperti ini sikap jujur pada diri sendiri lebih kita perlukan, jangan menghakimi mereka dulu, cobalah jawab pertanyaan yang ada pada diri kita sendiri. Adakah memang kita melakukan salah sehingga kita mendapati rasa seperti ini? atau mungkin juga seandainya memang kita sama sekali tidak salah suatu hari nanti kita akan merasakan hal yang sebaliknya dan mereka akan merasakan apa yang kita rasakan saat ini.
Gampangkan jadi buat apa pusing pusing,berfikir positif  saja lebih baik.Karena pada kenyataanya perbuatan apapun yang kita lakukan kita akan merasakan hasilnya baik ataupun buruk demikian pula dengan mereka.

Kedua, dalam hal ini satu kesadaran mesti kita dapatkan dan kita tanamkan kepada diri kita. Tidak selamanya kita akan merasakan hal yang sama, bahagia terus menerus ataupun sedih terus menerus. Karena dalam kehidupan banyak lembar lembar perjalanan yang akan kita ciptakan akan kita lalui dan disitulah kita goreskan warna warna sesuai apa yang kita lakukan. Tanpa kita sadari pada akhirnya kita akan tahu warna apa yang telah kita goreskan pada lembar perjalanan kehidupan yang kita miliki.Tak selamaya apa yang kita inginkan terpenuhi sama persis dengan apa yang kita mahu. Sama halnya dengan perasaan. Tak selamanya kita bisa memaksakan kehendak agar orang lain melakukan seperti apa yang kita mahu, karena kita juga tidak akan mau selamanya melakukan apa yang mereka mau terhadap kita. Nah adilkan???

Setelah kesadaran tersebut pasti akan muncul sikap keegoisan dalam hubungan , sikap yang bagaimana ya???. Nah yang seperti ini tentunya " Saya akan bersikap baik kepada siapa saja asalkan mereka juga bersikap baik kepada saya ". egoiskah???.
Bisakah sikap seperti ini di jalankan dalam hubungan sehari hari? ehmmmm mungkin bisa juga dan mungkin malah harus begitu. semua kembali pada masing masing individu, karena setiap individu mempunyai cara dan pemikiran yang berbeda itu yang mutlak.
Menjadi diri sendiri mungkin lebih baik. Mengembalikan semua kepada diri sendiri, kita mesti yakin kalau kita bisa menghormati, menghargai diri sendiri pasti kita juga bisa menghargai orang lain dalam waktu yang samadan tanpa di minta orang lain akan menghargai kita juga. Kalau kita bisa jujur pada diri sendiri, bisa menanamkan sifat melakukan tanpa pamrih pasti rasa kecewa tidak akan pernah kita rasakan, tapi kita hanya manusia biasa yang serba terbatas yang tidak bisa lepas dari ambisi dan nafsu.




 




Friday, December 3, 2010

Cermin Kehidupan

               Terkadang ada baiknya kita meluangkan waktu walau hanya beberapa menit untuk memikirkan tentang bagaimana kehidupan kita, bagaimana kita menjalani hidup ini. Bila kita amati dalam kehidupan kita sehari hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya cermin. Kita selalu mengandalkan benda satu ini untuk melihat apakah diri kita sudah rapi, apakah dandanan kita sudah bagus dan sebagainya. Cermin yang kita lihat sehari hari kita percaya bahwa benda satu ini mampu menunjukkan bagaimana keadaan kita sebenarnya. Cermin tidak akan boong dia akan selalu menampilkan apapun yang ada di depannya.
               Bila kita mengisyaratkan bahwa kehidupan kita itu seperti cermin maka apa yang bisa menggambarkan bahwa kehidupan itu adalah sosok kita?.Atau lebih tepatnya sosok kehidupan adalah penampakan dari  wujud kita yang sudah terpantulkan oleh lembar lembar perjalanan yang sudah kita lalui dalam kehidupan sehari hari. Maka bila hidup itu adalah cermin seharusnya kita lebih bisa mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar bisa menempatkan diri padanya.
               Bila kita mengibaratkan bahwa kehidupan kita seperti cermin maka seharusnya kita dapat lebih dekat mengenal dan bersentuhan padanya agar kita dapat mengetahui dengan jelas dan benar tentang semua, apa saja yang terpantul dari cermin itu. Bukankah kita tahu bahwa cermin tidak bohong dan tidak mengada ada tentang apa yang di pantulkanya. dia akan memantulkan apa saja yang ada di depanya tanpa adaperubahan.
               Namun pada kenyataanya, dalam kehidupan sehari hari banyak dari kita bahkan mungkin semua orang menganggap bahwa kehidupan kita seperti cermin cembung yang selalu menampilkan dengan melebih lebihkan segala kekurangan yang kita miliki dan mengurang ngurangkan segala kelebihan yang kita miliki. Di mana kita selalu di kuasai rasa tidak percaya diri merasa pesimis dan selalu beranggapan kalau kita tidak atau kurang pantas untuk.....misalnya untuk melakukan itu atau untuk alasan yang lain.Bahkan tak jarang sebagian dari kita menganggap bahwa kehidupan kita seperti cermin cekung yang selalu memberi kekecewaan atas semua apa yang di pantulkanya.Dalam hal ini manusia tidak akan merasa puas akan apa yang sudah di dapat, selalu merasa kurang dan tidak pernah merasa puas, selalu merasa bahwa dirinya selalu gagal.Bahkan terkadang merasa bahwa apa yang terjadi itu bukan karena dirinya
               Sebenarnya kalau kita mau jujur pada diri kita peristiwa yang sudah kita alami itu adalah cerminan dari diri kita yang tidak sempat atau luput dari pengawasan mata kita. Coba kita mengerti seandainya hidup kita ini seperti cermin datar, seperti yang kita lakukan setiap hari di mana dia akan menampilkan apa yang dipantulkanya sama persis dengan apa saja yang ada di depanya dan hal itu lebih mudah sebenarnya.
               Seperti yang kita lakukan di waktu kita melihat diri di depan cermin, kita selalu membuat diri kita seperti sempurnya, biar kelihatan menarik, menutupi noda noda pada wajah, merapikan yang masih berantakan. Seandainya kita bisa merealisasikanya dalam kehidupan tentunya kita bisa bercermin pada kehidupan. Kita akan sempurnakan diri kita dengan hal hal yang positif, menutupi kesalahan dengan perbaikan,  dan melakukan pembenahan diri menuju lebih baik. 
               Janagn pernah malu dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, karena semua membawa arti sendiri sendiri. Kita jadikan semua untuk saling mengisi dan saling melengkapi. Kita di ciptakan dengan segenap kekurangan dan kelebihan masing masing di mana setiap individu pasti mempunyai perbedaan. Terkadang kita tidak merasa bahwa sesungguhnya kekurangan yang kita miliki itu sebenarnya adalah kelebihan yang kita miliki dan demikian sebaliknya. Tetap bersyukur dan berfikir positif maka kita akan bisa menjalani dan merealisasikan impian hidup kita.

Thursday, December 2, 2010

Kehidupan

Arti Hidup.

               Apa sebenarnya arti hidup itu? Pertanyaan seperti ini terkadang terbesit dalam benak kita namun terkadang kita sendiri tak bisa memaknainya. Menurut sebagian orang hidup adalah suatu fase di mana kita  tinggal di dunia setelah kita mengalami fase dalam kandungan. Setelah kita di lahirkan kedunia melalui perantara  ibunda tercinta. Disinilah di dunia fase hidup terjadi sebelum menuju fase berikutnya yaitu "MATI". Karena pada dasarnya semua manusia ataupun mahkluk hidup mengalami tiga fase kehidupan yaitu fase dimana kita berada di dalam kandungan, lahir dan hidup di dunia, dan akhirnya kita akan mati, yang setelah itu akan ada kehidupan setelah mati dan itulah kehidupan yang kekal ataupun abadi.
               Hidupdi dunia adalah sementara. seperti kebanyakan orang mengatakan bahwa kita di dunia ini di istilahkan hanya untuk singgah sekedar minum. Dalam kehidupan di dunialah kita di tuntut untuk memilih kehidupan yang seperti apa yang kita inginkan nanti di kehidupan yang kekal dan abadi. Maka kehidupan di dunia adalah penentu dan kitalah yang harus menentukan. Karena itu kehidupan di dunia bisa di artikan sebagai fase untuk mengisi dan memperjuangan kehidupan yang akan datang. jadi kehidupan di dunia kita mesti memilih dan melaksanakan apa yang sudah kita pilih.

Tujuan Hidup.

               Kita hidup mesti tahu apa tujuan hidup kita, seperti kalau kita akan melakukan sesuatu kita mesti tahu sebelumnya apa tujuan kita melakukan hal tersebut. Secara umum tujuan kita hidup adalah untuk melakukan dan memperjuangkan kehidupan kita yang akan kita alami setelah mati. di dunia kita mesti menentukan bagaimana kehidupan kita nantinya.

               Disini, di kehidupan dunia akan kita jumpai berbagai cobaan dan ujian dalam hal yang terlihat maupun tidak. Di sini kita akan banyak di uji mental dan hati kita dan apakah kita akan bisa melewati atau tidak semua tergantung pada diri kita sendiri. Bisa dikatakan kehidupan di dunia adalah arena pertarungan akan banyak hal dan kembali kita juga yang akan menentukan apakah kita akan menang atau kita akan kalah. 
Pedoman Hidup.

                Dalam menjalankan hidup kita memiliki satu pedoman yang bisa kita gunakan untuk menuntun kita bagaimana kita menjalani kehidupan kita, pedoman tersebut adalah keyakinan hati kita atau dengan kata lain " Agama ". Dalam satu agama yang kita yakini di dalamnya akan memberi tahu menuntun kita bagaimana seharusnya kita menjalani hidup di dunia ini, bagaimana kita menyikapi masalah masalah yang akan muncul kepada kita selama kita menjalani kehidupan dunia. Dan bila kita mengikuti dan menjalankan pedoman apa yang ada kita pasti akan mendapatkan kebahagiaan baik di kehidupan dunia maupun kehidupan kelak pada akhirnya.

Isi Kehidupan.

              Kehidupan yang kita alami di dunia akan menghadapkan kita pada berbagai persoalan dan ujian bagi kita. Di sini kita di tuntut untuk menhadapi dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada. Karena itulah di sini kita akan mendapatkan, kita akan merasakan pahit manisnya kehidupan. Bahagia, sedih, tangis, tawa, semua akan mewarnai kehidupan kita. Banyak cobaan dan ujian yang akan menguji mental kita, kesabaran kita dan semua kembali bagaimana kita mensikapi, bagaimana kita menghadapi itu semua.
               Pemikiran, skil, pengetahuan memegang peranan penting yang akan membantu kita menghadapi semua persoalan yang ada baik yang menurut kita mudah ataupun sulit. Setiap orang tentunya akan mengalami hal hal yang berbeda dalam hidupnya. Bagaimana mereka mensikapipun tentunya akan berbeda pula. Terkadang dalam masalah yang sama seseorang menganggap bahwa masalah itu ringan dan sepele namun belum tentu begitu menurut orang lain.

               Mari kita semua mengisi kehidupan kita dengan hal hal yang baik, mari kita perjuangakan tujuan hidup yang sudah kita tentukan yang kita inginkan dalam kehidupan kita kelak. Jangan pernah merasa lelah dan putus asa menghadapi segala persoalan hidup yang menghampiri kita, karena sebenarnya dari segala permasalahan yang ada yang menghampiri kita sehari hari dari situlah kita bisa mengetahui banyak hal, kita bisa belajar banyak hal secara langsung maupun tidak langsung. Dalam menghadapi semua permasalahan hidup kita mesti rela berkorban baik fisik maupun mental. "Optimis dan selalu berfikir positif ", membuat kita merasa tenang dalam menentukan langkah dan menjalankan semuanya.