Meski tidak berada disana
berbalut balutan kain dan berkebaya
Meski tidak seperti mereka
Berjalan anggun pada alas jinjitan
Meski mungkin belumlah berdiri sejajar
Bahkan mungkin hanya di pandang sebelah mata
Karna kami hanyalah seorang buruh
Bukan seperti mereka
Tikus tikus berdasi
Yang duduk di belakang meja seolah bertahta
Berjalan seolah berwibawa bermahkota
Mereka tak mengerti
Mereka tak mendengar berlagak tuli
Namun,……
Wahai Engkau ibu dari wanita Indonesia
Tersenyumlah dalam tidurmu disana
Kami bisa, kami mampu mandiri
semangatmu ada pada kami
Kami tidak terbelenggu
Kami tidak terbebani
Kami bisa sibak kegelapan keluarga kami
Hidup dalam kelayakan
Dari hasil perjuangan kami disini
Meski bukan dari tanah ibu pertiwi
Tapi kami juga peduli
Kami ingin membangun ibu pertiwi
Tetapi entahlah,……..
Kucuran devisa dari kami mungkin tak terarah
Mereka sering tak peduli pada kami
Tapi kami tak pernah pasrah
Kami tak pernah menyerah
Semangatmu ada pada kami
Kami ingin suatu saat nanti
Kami berdiri sejajar atau
Bahkan lebih dari mereka
Wahai Ibu sumua wanita indonesia (Kartini)
Semangatmu Dulu ada pada kami
Saat ini……
Dan akan terus ada pada kami
” Selamat hari kartini…….” :-)
Di Posting di http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/04/21/semangatmu-ada-pada-kami-puisi-kartini-rangkat/
Saturday, April 23, 2011
Semangatmu ada pada kami ( Puisi Kartini Rangkat)
Aku Bangga menjadi Wanita
Aku bangga menjadi wanita
Wanita itu berlapis waterproof
Tahan air tahan cuci
tapi bukanlah plastik
Jiwanya seperti baja
tak mudah retak walau raga berkarat renta
Sentuhan letup bibirnya
Hangat terasa kedasar jiwa
Menyejukkan menyembuhkan hati yang lara
Telinganya lebar tak terhingga
Mampu mendengar yang tak terdengar
Menampung segala keluh kesah
Anak, suami, dan keluarga
Lidahnya manis
Ciptakan keharmonisan kata
Enak di dengar meski sedikit manja
Hilangkan kebencian rasa
Dinginkan panasnya amarah
Rekatkan hati yang patah
Tanganya adalah tangan malaikat
Memudahkan segala kesulitan
Bukan hanya sepasang mata yang dia punya
Tapi mata hati yang sangat peka
Aku bangga menjadi Wanita
Di Posting di http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/04/21/aku-bangga-menjadi-wanita-puisi-kartini-rangkat/
Wanita itu berlapis waterproof
Tahan air tahan cuci
tapi bukanlah plastik
Jiwanya seperti baja
tak mudah retak walau raga berkarat renta
Sentuhan letup bibirnya
Hangat terasa kedasar jiwa
Menyejukkan menyembuhkan hati yang lara
Telinganya lebar tak terhingga
Mampu mendengar yang tak terdengar
Menampung segala keluh kesah
Anak, suami, dan keluarga
Lidahnya manis
Ciptakan keharmonisan kata
Enak di dengar meski sedikit manja
Hilangkan kebencian rasa
Dinginkan panasnya amarah
Rekatkan hati yang patah
Tanganya adalah tangan malaikat
Memudahkan segala kesulitan
Bukan hanya sepasang mata yang dia punya
Tapi mata hati yang sangat peka
Aku bangga menjadi Wanita
Di Posting di http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/04/21/aku-bangga-menjadi-wanita-puisi-kartini-rangkat/
Friday, April 22, 2011
22 April adalah hari Bumi (earth day)
Peringatan hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April adalah moment yang tepat untuk kita berfikir sejenak akan keadaan Bumi saat ini dan bagaimana nasibnya yang akan datang.
Untuk saat sekarang ini misalnya, iklim alam yang tidak menentu, keadaan alam yang berubah ubah seharusnya mampu menyadarkan kita semua tentang bagaimana kepedulian kita terhadap bumi selama ini. Bencana yang datang tiba tiba tanpa kita tahu apa, kapan dan bagaimana, bukankah itu semua secara langsung maupun tidak langsung karena kita sebagai manusia yang menjadi tuan rumah di bumi ini?. Semua karena pola fikir kita sebagai komponen utama yang menempati Bumi kurang memahami bagaimana kita harus menjaga dan memanfaatkan Bumi, apa yang terkandung di dalam bumi.
Pada kenyataanya manusia memang bisa di bilang serakah, egois. Kita hanya mengambil manfaat apa yang terkandung dalam perut bumi, apa yang di sediakan bumi untuk kita namun kita tak pernah berfikir jauh nasib bumi setelah itu.
Ironisnya, saat ini bahkan jauh dari sebelumnya bumi ini sebenarnya sakit tapi apa yang manusia lakukan?. Ada sebagian dari kita yang bergerak mencari obat dan mengobati dengan menanami kembali tanah tanah yang kosong, gundul yang mengundang erosi. Sebagian lagi diam tak peduli, dan sebagian banyak yang sengaja meludahinya dengan racun racun kimia yang mereka hasilkan.
Kalau kita sebagai manusia yang mau berfikir dan ada kepedulian menjaga agar bumi tetap asri, sehat dan tidak sakit sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar. Salah satu contoh yang paling sederhana dan mudah adalah dengan kita membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Memisahkan antara sampah yang bisa hancur oleh bumi seperti sisa sisa makanan dengan sampah yang tidak bisa hancur oleh bumi seperti plastik, kaleng dan lain lain.
Melakukan penghijauan (go green) dari rumah dengan menanam bunga juga tanaman tanaman pendek di sekitar rumah bisa kita lakukan selain menjaga bumi tetap hijau juga bisa memperindah tempat di mana kita banyak berdiam.
Bukankah bumi yang seharusnya itu hijau?, namun kenyataan sekarang bumi sakit dan menghitam. Terlalu banyak hutan hutan yang menjadi lapangan tanpa huni, semua karena monster monster serakah yang hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri. Monster monster yang tidak mempunyai tanggung jawab sama sekali.
Lihatlah bencana alam yang sudah terjadi, Langit yang melampiaskan dendamnya dengan curah hujan yang tinggi, Banjir dan longsor karena banyaknya tumpukan sampah dan tidak adanya pepohonan yang mampu menggenggam erat tanah, Tsunami kerena pergesekan lempeng bumi akibat penambangan liar, tak cukupkah semua itu? tak bisakah semua membuka fikiran kita untuk berhenti menyakiti bumi.
Semoga bukan hanya pada saat hari bumi saja kita manusia mengingat akan bumi, tapi dalam sehari hari kita akan peduli dan terus peduli kepada bumi.
Selamat hari Bumi !!!!!. :-)
Tuesday, April 19, 2011
Terbakar Dingin Membeku Panas ( Perjalanan)
Perjalanan merupakan sebuah proses pencapaian. Sesuatu yang mesti di lalui untuk menuju satu titik tujuan. Masa yang mesti di lewati, aral melintang yang mesti di sikapi. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan tahun adalah fase sama yang harus di lalui. Berbagai cara di perlukan untuk menaklukan sang waktu dari hal ” Jenuh”, ” Kebosanan”.Saat langkah harus di mulai, ketika mata terbuka tak kala pagi menyapa dalam sejuknya embun, tak kala mentari tersenyum hangat, sebelum datangnya siang yang menyengat. Saat di hadapkan pada mendung yang setia bergelanyut manja menyambut temaram senja yang indah dengan jingganya. Menghadirkan warna abu abu pekat menyambut gelapnya malam. Dan menyambut datangnya kembali pagi yang sama tuk lanjutkan perjalanan.
Keputus asaan, kegagalan sering kali bisa menghentikan langkah kedepan. Minimnya pemahaman terkadang membuat kita terpuruk oleh keadaan. Keyakinan dan sikap mau tetap mencoba dan bertahan akan bisa menolong menguatkan semangkat yang terkadang melemah. Bukankah,….:
Jalan yang mulus dan lurus juga belum tentu menjadikan seorang Pengemudi menjadi pengemudi yang hebat?. Yang akan bisa mengendarai dan menguasai kendaraan yang di bawanya kemanapun dia pergi. Bukankah halangan akan tetap di temuinya sekecil apapun seperti halnya kehabisan bensin. tapi pasti dia akan menemui tempat yang menjual bensin. suatu Perjalanan tidaklah sulit mudahpun juga tidak. Sampai detik ini sejujurnya belum ada rasanya ku temui cobaan yang berarti, tapi terkadang aku tlah patah dan menyerah walau sejenak namun mimpi akan sesuatu membuatku berdiri kembali karena ku temui sesuatu yang buat aku mengerti.
Langit yang cerah, tanpa awan tanpa hujan bahkan belum tentu menjadikan seorang Pilot menjadi handal. Mungkin justru Pilot yang handal yang akan mengalami masalah besar karena dia terlalu menganggap remeh apa yang ada di depan. Bukankah kelebihan yang kita miliki adalah karena kita punya kekurangan?. Ironis.
Hidup yang tidak pernah menemui suatu masalah tidak akan menjadikan pribadi seseorang menjadi kuat. Masalah bisa menjadi api yang dapat membuat bara semangat. Dari masalah yang ada terkadang kita bisa mengenali diri sendiri. Dari masalah belajar memperbaiki, belajar mengukur kemampuan setidaknya kita tidak akan mengalami masalah yang sama.
Perjalanan tidak akan pernah selalu lurus dan mulus, dia akan berbelok belok penuh dengan gelombang persoalan dan masalah yang akan menghambat, langit yang kelam dan penuh badai. Semua akan menjadikan perjalanan menjadi lebih indah dan berarti, menjadikan kita menjadi sosok pribadi yang handal dan tahan uji dalam menjalani perjalanan hidup ini dan tetap semangat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
